Jenazah Pendiri Raminten Jogja Diantar Harley ke Krematorium

Yogyakarta kehilangan salah satu tokoh ikoniknya. Hamzah Sulaeman, atau yang lebih dikenal sebagai Raminten, pendiri House of Raminten yang legendaris, telah berpulang. Sosoknya yang nyentrik dan penuh inovasi meninggalkan jejak mendalam bagi pariwisata dan seni budaya Kota Gudeg. Kepergiannya menyisakan duka bagi banyak pihak yang mengenalnya.

Prosesi pengantaran Jenazah Pendiri Raminten ke tempat peristirahatan terakhirnya menarik perhatian. Alih-alih menggunakan mobil jenazah biasa, rombongan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) turut serta mengiringi. Ini bukan sekadar iring-iringan biasa, melainkan sebuah bentuk penghormatan unik yang sesuai dengan gaya hidup Raminten yang juga seorang biker.

Para anggota HDCI Yogyakarta berjejer rapi, mengendarai motor-motor besar mereka mengawal peti jenazah. Pemandangan ini menciptakan suasana haru bercampur kekaguman. Pilihan pengantaran ini merefleksikan kedekatan Raminten dengan komunitas otomotif, khususnya HDCI, yang merupakan bagian dari kehidupannya.

Pengantaran Jenazah Pendiri Raminten dengan Harley ke Krematorium Wahana Mulya di Jalan Kaliurang menjadi momen bersejarah. Prosesi ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan jaringan pertemanan yang dibangun oleh almarhum selama hidupnya. Kehadiran para biker tersebut adalah bukti nyata loyalitas dan rasa hormat yang mendalam.

Raminten dikenal sebagai pribadi yang eksentrik, berani tampil beda, dan selalu memberikan sentuhan unik dalam setiap karyanya. Filosofi ini tercermin hingga saat terakhirnya. Prosesi pengantaran Jenazah Pendiri Raminten ini menjadi simbol bahwa ia hidup dan berpulang dengan caranya sendiri, penuh karakter.

Masyarakat dan para pelayat yang menyaksikan prosesi ini tak henti-hentinya menunjukkan rasa simpati. Banyak yang mengabadikan momen tersebut, menjadikannya perbincangan hangat di media sosial. Hal ini menunjukkan betapa almarhum Hamzah Sulaeman memiliki tempat khusus di hati banyak orang.

Kisah tentang pengantaran jenazah ini akan selalu dikenang sebagai bagian dari warisan Hamzah Sulaeman. Ini bukan hanya tentang meninggalnya seorang pengusaha, tetapi juga tentang perpisahan dengan seorang seniman, budayawan, dan biker yang telah memberikan warna bagi Yogyakarta.

Dengan hormat yang tak terhingga, iring-iringan Harley mengantar Jenazah Pendiri Raminten menuju tempat persemayaman terakhir. Sebuah akhir yang unik untuk kehidupan yang unik. Selamat jalan, Raminten. Warisanmu akan selalu hidup dan menginspirasi.